GAMBARAN UMUM DESA KIANTAR
Sejarah Desa
Jauh sebelum masa kemerdekaan Desa Kiantar masih sebuah dukuh atau kampung kecil yang bernaung dibawah Pemerintahan Kerajaan Samawa dengan Sultan Kaharuddin II dan paska kemerdekaan tata praja Kerajaaan Samawa di gabung dalam pola Pemerintahan Distrik disebut dengan Sunda Kecil terdiri dari Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (Nusra). Dan Kecamatan Seteluk berstatus wilayah kecamatan yang dipimpin oleh kepala wilayah kecamatan yang disebut dengan Demung/Camat.
Desa Kiantar merupakan salah satu desa induk (Desa Meraran, Desa Rempe, Desa Seteluk Tengah, Desa Seteluk Atas, Desa Senayan dan Desa Mantar) di Kecamatan Seteluk Kabupaten Sumbawa paska era reformasi dengan dikeluarkan Undang-undang Otonomi Daerah dan terbentuknya Kabupaten Sumbawa Barat bagian pemekaran dari Kabupaten Sumbawa.
Pada awalnya Desa Kiantar merupakan 2 (Dua) kampung yang dalam bahasa setempat di sebut dengan Karang. 2 (Dua) kampung/karang tersebut adalah Kuang Busir dan Tua Nanga. Seiring berjalannya waktu dan makin banyaknya pemukiman penduduk sesuai dengan aturan desa harus melakukan pembentukan Dusun paska masa pemugaran pada Tahun 80-an maka wilayah Desa Kiantar terbagi atas 4 (Empat) wilayah Dusun yaitu :
- Dusun Kuang Busir
- Dusun Sagena
- Dusun Tua Nanga
- Dusun Ai Aji
Pada Tahun 2009 masyarakat Dusun Tua Nanga dan Dusun Ai Aji bergabung membentuk subuah desa melalui komite pemekaran desa melakukan permohonan pemekaran untuk membentuk desa sendiri. Dengan terpisahnya Dusun Tua Nanga dan Dusun Ai Aji dari Desa Kiantar maka Desa Kiantar membentuk Dusun Baru yang dituangkan dalam Peraturan Desa Nomor: 04 Tahun 2009 Tanggal 12 Desember 2009 Tentang Pemekaran dan Pembentukan Dusun Dalam Wilayah Desa Kiantar. Dusun pembentukan baru tersebut adalah Dusun Ai Tiris dan Dusun Reban yang merupakan pecahan sebagian wilayah dari Dusun Kuang Busir.
Kembali kemasa lalu, asal usul nama Desa Kiantar dicetus oleh 5 (Dua) Tokoh karismatik pada masanya yaitu M. Saleh S, Supianto dari Kuang Busir dan Hasanuddin, H. Haris, H. Abdul Hamid dari Tua Nanga. Oleh Kelima Tokoh tersebut Desa Kiantar di ambil dari sejarah lokal yang tumbuh dan berkembang pada masa itu :
- Asal kata “Ki” semesti “ Aki” yang artinya Kakek-kakek.
- Asal kata Antar bereformasi kata dari asal kata Kaki gunung Mantar/berada di Bawah Mantar.
- Karena Pada tahun 2006 Desa Kiantar terbentuk dan di Prakarsai Oleh Bapak Bupati Pertama Sumbawa Barat. K.H. Zulkifli Muhadli.
Sedangkan untuk nama 4 (Empat) Dusun itu sendiri :
- Dusun Kuang Busir berasal dari nama Kuang(kubangan) dan tumbuh kayu busur ditengahnya
- Dusun Ai’Tiris berasal dari nama Ai Tritis atau Air yang Menetes.
- Dusun Reban berasal dari nama Tiu kecil dengan kata lain Reban kecil
- Dusun Sagena berasal dari nama Bukit yang namanya Sagena
- SEJARAH PEMERINTAHAN DESA
NAMA-NAMA DEMANG/LURAH/KEPALA DESA
SEBELUM DAN SESUDAH BERDIRINYA DESA KIANTAR
|
NO
|
NAMA KEPALA DESA
|
MASA JABATAN/PRIODE
|
KETERANGAN
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
|
1
|
SAYANG UMAR
|
-
|
Masih Kepala Dukuh
|
|
2
|
M. SALEH, SIP
|
2006 - 2007
|
Pj. Kepala Desa
|
|
3
|
M. SALEH S
|
2008 - 2009
|
Pjs. Kepala Desa
|
|
4
|
ABDUL RAHMAN
|
2009
|
Pjs. Kepala Desa
|
|
5
|
HASAN GOA
|
2009 - 2012
|
Pjs. Kepala Desa
|
|
6
|
SYAMSUDDIN, SIP
|
2012
|
Pj. Kepala Desa
|
|
7
|
AMERUDDIN, SAP
|
2012 - 2013
|
Pj. Kepala Desa
|
|
8
|
SUDERMAN
|
2013 - 2018
|
Kepala Desa
|
|
9
|
AHMAD, S. S. Adm
|
2019
|
Pj. Kepala Desa
|
|
10
|
NAZARUDDIN, S.Pd
|
2019
|
Pj. Kepala Desa
|
|
11
|
HASBULLAH
|
2019 - 2027
|
Kepala Desa
|